بسم الله الرحمن الرحيم STss...zzSz..Nothing's beautiful from every point of view!Pliz..9oReskan luka!?: BioLA dI IStaNa KaCA




Photobucket

  • Adian husaini
  • Prof.Dr. mubarok
  • Sastrawan jahat
  • Bravenewgirl
  • Neecool
  • diandra
  • azfaazfa
  • Al-padang
  • penilisan2u
  • Chabib
  • Angga
  • englegif
  • gifes
  • Heru
  • justice-seeker
  • Dewi sandra
  • britishcouncil
  • Helvytr
  • KMKM
  • Desfashion
  • Myproflepimp
  • Anak Bali
  • fidaus
  • banner wonk bandonkx
  • Azhar way
  • Vee
  • Photobucket
    Photobucket Photobucket

    Dunia adalah KOMEDI bagi mereka yang melakukannya, atau TRAGEDI bagi mereka yang merasakannya



    Photobucket Blog do The Best ya-hau x) RamVideos
    My Photo
    Name:
    Location: KoTA yanG KEras DAn PAnas,SaMpah PEmBuan9An Oran9** PiCik & nAiF (i disgust them!but i don't give a rat's Ass about them.i disgust myself!that's right.yes,i need to revenge!), J4Wa uTaR4, Greenland

    "Hiduplah seperti lelaki.ia hidup dengan luka dan darah.namun luka itu bukan untuk ditimbang dan disayang.Belajarlah menyelami udara,agar luka itu belajar merasai angin"







    "sAJak CoDEt PenuH COreT"

    "GoD PaInTNg"

    "MaAf"

    ثلاثة رؤوس

    Jews.....!

    Dimana...?

    Berfikir inovatif dan kreatif




    detik
    islamlib
    tokoh indonesia
    fiqih islam
    atdikbud.cairo
    Games
    SIC Cairo
    aljazeera
    kabar indonesia
    ilmu komputer
    e-books
    sahab



    My Friendster

    U Sl4SheD my heaRt

    My Multiply

    My Playlists

    Templates

    Nonton Live

    Photobucket Photobucket
    Name :
    Web URL :
    Message :
    <$DEaTh NoTE$>
    BioLA dI IStaNa KaCA





    "Pagi yang cerah... secerah hati ku saat ini.Udara pagi yang menyejukkan jiwa dan embun yang selalu setia
    menemani pagi."O..ya sampe lupa nama aku Raditya,nama yg cukup keren bukan…?ya secakep orangnya lah."Biasa akrab di panggil adit." just adit okay.!
    Cwok hitam manis bertangpang kriminal,kurang pede dan mudah salah tingkah heheh…!
    halah...
    "Mas cepat pulang."Adik dah rindu sama mas adit."Suara itu masih teriang di telinga adit."
    Dalam hati kecilnya,"MAs adit,akan cepat pulang untuk adik tersayang."
    "Dalam hidupnya,adit hanya Menyayagi adek semata wayangnya.
    "namanya putri."Ah...dia memang cantik kok,layaknya seorang putri,dan ia lebih cantik dari putri salju lho heheh…!
    Wajahnya bersinar bagaikan bulan purnama yang memancarkan keindahan cahaya.Matanya hitam,dalam,dan bersinar-sinar bagaikan mata seokor rusa.dan dengan sebuah kibasan bulu matanya,ia mampu mengubah seluruh dunia menjadi puing-puing.bibirnya tipis,mungil,merah merekah.dan pipinya yang seputih susu.
    Kami tingal di sebuah kota SAMPAH,keras dan panas,penuh dg IBLIS uuhhh.....Sumpek!
    Kota yang membuat gamang.tentang sedikit yang kita punya kan terkikis oleh golombang hedois dan transparan budaya non-islam.
    Begitu nyata mengoda mata.
    Kehidupan yang mana kedidak-beruntungan selalu berpihak pada kita.
    Kehidupan yang selalu meyudutkan kita,mengklaim,mengvonis dan tidak bersahabat."
    "Aku sungguh heran,kenapa kami selalu menjadi bayang-bayangnya.
    "unfair..That is fucking shit!"

    "only man can know the pain of having something he doesn't need,while needing somthing he does'n have.....

    Orang tua kami,tak tahu entah dimana,yang kami tau mereka tak lagi menyayangi kita."
    Ayah telah meninggalkan kita berdua 15 tahun yang lalu dan menikah lagi dengan seorang perempuan berdarah sunda."itu membuat kami kecewa.
    Dan ibunda kami...?"Ibu.....kaMi rindu..."

    "Malam semakin larut,dingin....tiba-tiba putri datang menghampiri mas adit dengan membawa secangkir kopi kesukaannya."
    "Mas ini putri bawain kopi,minum mas adit,nanti cepat dingin lo..,"ya Terimakasih. jawab adit dengan senyum pada putri dengan nada datar."
    "Sesaat putri mengambil biola tuanya di sofa biru,kemudian memainkannya."sunguh indah,aku tak lepaskan pandanganku pada putri.Aku tak pernah mendengar lantunan dawai biola seindah ini.Ehm...aku semakin terbawa oleh gesekan biola tua putri."
    "Semoga ini tidak terakhir kalinya putri memainkan biola tua untuk mas adit".bisik hati yang di balut senyum yang penuh kebohongan".


    "Mas...boleh putri tanya sesuatu ama mas adit..?"dengan nada lirih dan lesu."ada apa putri?"sahut adit,dengan penuh tanda tanya besar".
    Sebenarnya adit tau klo putri sedang ada masalah krn akhir-akhir ini adit melihat putri murung,lesu dan tak bersemangat."tak tahu entah kenapa?"adit paling tak kuasa melihat putri sedih atau kecewa."
    Karena putri adalah satu-satunya keluarga yang adit sayangi dan miliki."putri yang masih lugu."Putri yang selalu menjadi semangat bagi adit.”
    "Mas....dimana ayah dan ibu?putri kangen,putri pingin ketemu mereka,putri pingin belaian bunda dan senyumnya.”sejak kecil, putri blom pernah lihat wajah ibu,putri pingin ada disamping mereka..."
    "air mata keluar dari telaga kecil putri,dan tangis yang terisak-isak,membuat suasana hening".
    "Adit langsung menghurup nafas panjang dengan penuh kecemasan.Kemudian memeluk putri."Putri sayang....mas adit tau klo putri rindu ma ayah dan ibu,begitu juga mas adit.
    Putri..ayah tak lgi sayang ama kita,ayah tlah meninggalkan kita dan ibu,ayah juga lebih memilih untuk menikah degan orang laen.”sehingga membuat sengsara kita semua.
    "mas adit pernah bertanya masalah ini ma ayah ttg dimana ibu berada ketika itu,"tapi ayah tak mau memberitaukannya.ia malah memilih untuk bersikap diam membisu,acuh,tak perduli dan masa bodoh."mas adit tak tahu alasanya,kenapa ayah enggan memberitahukanya."dan saat itu ayah pernah bilang ke mas adit di telp",untuk apa adit, kamu mencari ibumu?"Dengan spontan adit mejawab"yah...adit tak peduli jika ayah tak meganggap kami sebagai anak,asal ayah tau ibu adalah jiwa bagi kami dan ayah adalah raga bagi kami."ayah tau apa konsekuensinya jika salah satu jiwa atau raga kami hilang,atau keduaya sirna begitu saja?dan masalah ini…….. kenapa yah..apa salah adit dan putri...?"Adit ngga ngerti apa yang menyebabkan kebencian ayah terhadap bunda,"tpi kenapa adit dan putri yang mendapatkan imbas dari semua ini.?
    cinta untukmu ayah dan bunda adalah bagian dari hidup kami,ia mengalir dalam urat nadi kami,dan ia akan lenyap,hanya bila jiwa kami telah mennggalkan tubuh kami.
    ayah tetaplah ayah,dan bunda tetaplah bunda bagi kami,adit dan putri.seutuhnya"mereka satu,mereka utuh dalam jiwa dan raga kami berdua"ayah....seorang istri bisa menjadi mantan istri tapi seorang anak ngga bisa menjadi mantan anak"Sesaat kami pun terdiam hamper selama 2 menit,dan ayah menutup telpnya."jegrek..."suara telp yang dibanting".
    Dalam hati adit meronta,teriris dan sakit,"kenapa ini meski terjadi pada kami berdua, apa yang telah kami lakukan sehingga kami harus menerima ini semua?kami ingin hidup normal."
    Tuhan ….KAU dengar jerit umatMU ini…?aku ingin satu jawaban yang pasti Dan membuat aku mengerti.Apa takdir MU harus begini?
    Tuhan…..tolong pegang tubuhku,aku takut jatuh.”tuntunlah hati ku.”


    "Putri ini dah larut malam,"lekas tidur."mas adit ngga mau
    terjadi apa-apa ama putri,ingat kesehatan kamu putri, dan kemudian adit mencium kening putri"
    Mas adit,putri pergi tidur dulu ya.."jawab putri dengan senyum manisnya,seraya menghapus air mata"
    Adit yang duduk sendiri di samping jendela,dg minum kopi hangat buatan putri,diselimuti malam ditemani bintang dan rembulan."menatap langit-langit rumahnya."
    "Kami seolah-olah seperti orang yatim yang mencari tempat bernaung,melarungkan resah dalam dekap,lalu pada siapa?".pada anda..pada mereka..pada dia..atau pada siapa?
    AH....Mereka semuanya diam,buta dan tuli."bisik hati kecil adit."sebuah kepedian yang telah membuat hari-hari menjadi gelap dan mengubah dunia menjadi malam tanpa akhir.”
    10 menit kemudian, adit kembali menjenguk putri di kamar,"dan menyelimutinya".sweet dreams and forget unhappiness".
    "putri ngga bisa tidur,"ia kembali mengagetkan adit."mas adit....!mas adit adalah semangatku,paling tidak mas adit telah banyak megajarkan kepadaku arti sebuah kepercayaan,kesabaran dan ketegaran,demi membangun rasa sugesti.mas adit yang selalu putri perlukan saat suka maupun duka.
    Aku merasa selalu di awan saat bersamamu mas adit.aku merasa menjadi seokor musang liar yang bersembunyi di kelembutan bulu-bulu domba.
    Mas adit adalah orang terdekat dalam hidupku .Mas adit bahkan bisa melulukis hatiku,kurasa.
    Hatiku yang kian meliar.banyak noktah-noktah yang memburamkan pancarnya.
    dan adit semakin tak kuasa berkaca."
    "cukup putri!."cukup..!"aku yakin suatu saat nanti kebahagan akan datang untuk kita,karena kebahagian sebenarnya tujuan hidup.yang mulanya tangis akhirnya tertawa dan mulanya pahit akhirnya manis."kebahagian tidak terletak pada memiliki apa yang kita ingikan,melaikan karena menginginkan apa yang tidak kita miliki."Putri maafkan mas adit."mas tak bisa menjadi kakak yang baik buat putri".hikz....hikz...tangis putri dalam dekap adit."
    "maafkan aku putri....maafkan mas adit".suara lirih adit ditelinga putri."
    Januari 03,2000

    Ya...Allah sebenarnya aku tlah lari dari-Mu.Dalam galauku yang nisbi aku tlah demikian jauh degan-Mu.Aku mencari bentuk kompensasi dari kecewaku dengan menenggelamkan diri pada hitam hari-hari ku.Aku meyentuhmu dalam segenap lara dan penghujatan atas apa yang aku terima.Aku semakin enggan bermunajat kepada-Mu.sujud-sujudku menggersang,ruhku mengering.lantas aku cukup tenang dengan alasan bahwa aku tengah melarikan diri dari segala resah.
    kehidupan keluargaku kurang harmonis,sahabatku terlalu pendiam untuk kuajak berbagi cerita tentang segala problem,dan putri terlalu lugu dan polos dlam segala sikap yang berkaitan dengan keluarga.Aku kecewa.
    Dan aku cukup merasa terbebas dari segala tuntutan,ketika aku membaurkan diriku dalam perkumpulan remaja.kesibukan ber-ha-ha-hi-hi,bergadang.nge-drugs,nyi-meeng,atas bentuk kekecewaanku

    Sujudku kian asing.tak sepeti oase di padang pasir.Melainkan kekecewaanku yang meberatkan.Aku demikian jauh dari-MU.namun aku selalu merasa biarlah,aAKU MASIH HENDAK MEMANJAKAN RASA SAKIT DAN LUKA DALAM HATIKU.Ketika aku mecoba untuk bangkit setelah sekian lama tersungkur.hidupku dibelantara
    kota yang pengap,hanya meyisakan kegersangan dalam hatiku.tanpa orang-orang yang kusayangi apalagi tanpa keluarga.


    "Apakah kuhaburkan mutiara,
    di hadapan pengebala domba?
    lalu jadilah dia tersimpan,
    dalam gudang peternak hewan?

    mereka tidak tahu,
    akan harga mutiara,
    Dari itu saya tak mau
    mengantungkannya pada leher mereka...

    kalau kiranya tuhan,
    mencurahkan belas kasihan.
    lalu kedapatan
    aku akan memperoleh cinta mahhabbah
    klo tidak begitu...
    biarlah tersipan dan tersembunyi dalam dadaku!




    Adit terpaksa menyembunykan kesediahanya.kesedihn yang mengoyak hatinya.Hanya bila sedang sendirilah,ia dapat melepas topengnya dan membiarkan air mata kesepian mengalir.matanya selalu basah oleh air mata kerinduan.






    “Dua bulan tlah berlalu,aktivitas yang kami jalani seperti biasa.pagi itu,adit kembali besiap-siap untuk berangkat kerja.Adit yang selalu giat bekerja untuk menyambung hidupnya bersama putri.sedangkan putri….yang lebih asyik menyirami bunga mawar di depan halaman rumah dan melantunkan nyanyian biola tuanya.Angin seolah berhenti,burung ikut bernyanyi,dan bunga pun tak kalah hebohnya ikut menari mendengar lantunan dawai biola penyejuk jiwa.”

    “Putri trus menari,tertawa,senyum mempesona yang mana terbawa lantunan dawai biolanya,bersama kupu-kupu,berputar-putar seperti tarian sufistik dari Persia.”
    Ia seperti menyihirku,aku tak perdaya olehnya,bahkan aku sampe tak mengedipkan mata karena melihat kepiawaiannya dalam memainkan biola dan menari.ia bukan hanya membuat aku tercengang bahkan bunga-bunga ditaman,kupu-kupu dan burung sekalipun semua tersihir olehnya.”jika makluk didunia ini melihat putri memain kan biola tuanya dan menari,mereka tak kan berfikir bahwa wanita secantik ini,sebaik putri adalah sebagian kecil dari wanita yang kurang beruntung di dunia ini atau LEBIH DARI ITU.”Dan bahkan penyakit yang selalu mengrogoti kesehatannya setiap hari “galau ku dalam hati.”





    Putri terjatuh…hidungnya keluar darah dan pingsan.Aku kaget setengah mati.putri….putri….. bangun putri,aku menghapus darah yang keluar dari hidungnya dengan tissue di saku ku.Aku tak kuasa membendung air mataku yang terus mengalir .aku binggun harus berbuat apa karena kekuatiranku terhadap putri.aku takut,sunguh aku takut.pikiranku yang sempat kacau dan perasaanku entah kemana.
    Aku membawa putri kerumah sakit.disana ada seorang dokter yang tak asing bernama Dr.Nina.ia adalah teman karibku waktu duduk dibangku SMP yang mana selalu mengontrol putri selama 24 jam.
    Hamper 15 menit kami berbicara di ruangnya tentang kesehatan putri.
    Ternyata putri tlah di vonis dokter tak dapat bertahan lama lagi,dengan kerusakan permanen pada salah satu organ tubuhnya juga dengan komplikasi liver yang dideritanya sejak lama.
    Itu yang membuat aku shock,bingung dan takut kehilangan
    Mataku yang membengkak ,hujan deras air mata yang membasahi seluruh tubuh ku ini.Aku tak tau harus berbuat apa,namun harus bagaimana…?
    TUHAN tlong jangan ambil putri dariku..aku mau mengantikannya
    Kini aku bersamanya cukup obati sepiku.



    Malam itu pukul 23.14 putri siuman,aku tak berhenti menunggui putri semenjak dia jatuh dan pingsan.dengan suara yang lirih”mas adit ini dimana..?”Aku merapikan selimut putri dan memegang tangannya yang halus nan pucat.”putri sekarang ada di rumah sakit.sudah dua hari putri tak sadarkan diri,putri pasti sembuh kok Klo putri rajin minum obat dan banyak makan.”Ehm....o…ya putri mau makan apa?ada sup,ada bubur ayam semua ini mas adit yang buat untuk putri tersayang.”
    Makan ya…”bujuk adit dengan mata yang berkaca”putri hanya makan bubur ayam 2 sendok aza.kemudian menyudahinya.

    Mas…mas adit…putri mau kembali kerumah,memainkan biola dan putri ingin main sepeda bersama mas adit,seperti kita waktu kecil dulu.putri ingin kembali 10 tahun silam.Mas adit berlari-lari mengejar putri,kita tertawa,tersenyum mengejar dan menangkap kupu-kupu di taman bunga.….menatap langit biru dan awan putih yang mana sekawanan burung menari disana,sungguh indah.jika ada mesin waktu,putri ingin kembali di masa itu,melihat diriku dan mas adit tersenyum,berlari,berjalan dan bermain barsama.moment yang paling terindah bagi putri dan mas adit.Waktu.....ku mohon berhentilah!aku ingin berhenti menangis…please..!hidup ku terbatas dan waktu tak pernah selesai!
    Dan putri menutup mata untuk selama-lamanya dan melepaskan tangan adit.dalam keadaan lahir dia menangis dan dalam akhir hayatnya dia menangis pula.air mata itu dengan sendirinya jatuh….yang di balut senyum terakhir putri.”




    Aku bahkan tidak sadar akan eksistensi diriku sendiri,seolah olah aku tlah dikucilkan dari kehidupan,seolah-olah namaku tlah dihapus dri kitab penciptaan,sehingga aku menjadi terlupakan.hatiku tlah hancur,gairah hidupku tlah padam,sayap jiwaku telah patah,dan sekarang aku sedang mengelepar tak berdaya didalam kubangan debu,menanti datangnaya ajal.

    Aku terkucil,yatim dan terbuang.aku terisah dari mereka semua dan mereka tidak tau dimana aku berada.aku terpisah dari orang-orang yang aku cintai termasuk putri.



    Hatiku tlah hancur bagaikan perahu yang karam diterjang badai.apa yang tersisa dalam diriku kini tengah terombang-ambing didalam belas kasihan sang ombak.


    Putri…Kau penyejuk hatiku,kau inspirasi dan gairah hidupku haruskah kau jadi kenangan…?
    Apakah ini takdir hidup ku yang harus aku terima dan jalani…apakah aku sanggup dalam keadaan seperti ini,aku ingin putri kembali tapi harus bagaimana?
    Putri kau tetap hidup dihatiku,kau adalah “biolaku” yang setiap saat ada untukku.Tiada secantik bahasanya,lalu kau ubah menjadi lagu.hidupmu diistana hatiku seperti darah yang mengalih di urat nadiku,
    ”Di istana kaca“.

    Biar dunia tau dan tak bisu.andai kaca itu retak dan berderai seribu bayangmu ada di mana-mana dan luka itu akan tertusuk seluruh jiwa mereka.



    “Biolaku damailah di istana kaca”

    Aku merasa smuanya menjadi gelap......


    I was crying and she A saw me. She
    asked

    “Are you feeling sad?” And I answered,

    “Instead of feeling sad, I think I felt
    unfair!”


    1 Comments:

    This comment has been removed by the author.

    February 20, 2008 at 9:43 AM  

    Post a Comment

    << Home